Tentang Machine Learning (Pembelajaran Mesin)

Penjelasan ringkas ala Geovedi.

Machine Learning adalah bagian dari Artificial Intelligence. Intinya tentang bagaimana sebuah mesin “belajar” dan mengenali bahasa manusia. Proses di dalamnya melibatkan rumus-rumus yang rumit dan juga proses trial and error dari banyak pihak. Ilmu ini berkembang pesat, dan nampaknya di Indonesia juga semakin banyak yang tertarik dengan dunia ini.

Permasalahannya — kalau boleh dibilang masalah — adalah bagaimana menerangkan hal itu kepada orang yang tidak bergerak di bidang IT? Mereka yang bergerak di bidang IT, terbiasa googling, banyak baca wikipedia, paling nggak sedikit banyak ngerti alur maupun logika dari yang dinamakan machine learning, tetapi bagi mereka yang bukan “golongan” itu, tentu kesulitan.

Apa kebutuhannya menerangkan hal ini kepada orang non IT? Bagi saya, karena AI itu kurang lebih muncul sebagai jawaban atas kebutuhan manusia. Dan adalah bodoh jika apa yang disebut “jawaban” itu tidak dipahami oleh si manusia itu sendiri. Maka, berikut ini gambaran machine learning diterangkan oleh masternya, Jim Geovedi, dengan bahasa yang gamblang. Oh iya, Jim menerangkan ini kepada neng yuke dan lola yang notabene adalah Event Organizer, maka perumpamaan yang diambil seputar band. Semoga hal ini bisa jadi acuan tentang bagaimana menerangkan machine learning, atau umumnya AI, kepada masyarakat lebih luas. Teks di bawah ini saya kutip sesuai aslinya.

neng yuke dan lola kan biasa ngurus acara yang melibatkan banyak band. dan suatu ketika manage suatu acara yang melibatkan beberapa band dengan berbagai genre. masalah muncul ketika harus bikin rundown atau membedakan stage setiap group band, supaya tidak class genre dan punya rundown yang enak.

nah, cara yang paling mudah mungkin langsung bertanya dengan personil atau manajemen band tersebut, atau ke orang lain yang sudah lebih dulu mengenal band tersebut. tapi mungkin kalian iseng… coba untuk mengidentifikasi berdasarkan sejumlah informasi yang sifatnya terbatas. misalnya, nama band, kota asal, logo band, kemudian jumlah personil dan instrumen yang digunakan.

contoh yang paling mudah, ini adalah contoh nama-nama band: ‘besok bubar’, ‘suffocation’, ‘om soneta’, ‘runtah’, ‘ragaji mesin’, ‘death vomit’, ‘seringai’, ‘dewa’, ‘kahitna’, ‘java jive’, ‘ dan ‘padi’

berbekal pengalaman terdahulu, ada stereotype dari penamaan band seperti:

– kalau band metal biasanya punya nama-nama gahar, gak jauh-jauh dari unsur terror, horror, death, dsb.
– kalau band dangdut biasanya dimulai dengan awalan ‘om’ (orkes melayu)
– band punk atau hardcore punya nama yang cenderung umum namun gak lazim digunakan.
– band pop atau rock, cenderung netral

dari beberapa nama tersebut, sudah mulai bisa diklasifikasikan:
– band metal: [‘suffocation’, ‘death vomit’]
– band dangdut: [‘om soneta’]
– band punk/hardcore: [‘besok bubar’, ‘seringai’, ‘ragaji mesin’]
– band pop/rock: [‘dewa’, ‘padi’, ‘kahitna’, ‘java jive’]

kemudian dari koleksi band pop/rock [‘dewa’, ‘padi’, ‘kahitna’, ‘java jive’] ingin diketahui mana band rock dan mana band pop. informasi yang sudah diketahui adalah jumlah personil band rock biasanya berjumlah 5 orang atau kurang dengan 2 pemain gitar (lead & rhythm), dan ada beberapa yang extra keyboard player. sementara band pop ada kecenderungan punya beberapa vokalis dan biasanya punya keyboard player.

dari informasi tersebut akhirnya diklasifikasikan:
– band rock: [‘dewa’, ‘padi’]
– band pop: [‘kahitna’, ‘java jive’]

nah, dalam teknologi machine learning, informasi nama band, kota asal, logo band, kemudian jumlah personil dan instrumen yang digunakan itu dikenal sebagai ‘features’. kemudian, informasi stereotype yang diketahui dikenal sebagai ‘frequency distribution’.

dengan membandingkan features dan frekuensi, bisa data bisa diproses. tingkat akurasinya tergantung berapa besar features yang dimiliki dan seberapa sering features yang berhubungan dengan data tersebut muncul untuk kasus-kasus lain. dan tentunya tidak 100% akurat karena akan ditemukan penyimpangan di sana-sini. misalnya band ‘kuburan’ yang mungkin akan diklasifikasikan sebagai band ‘metal’, namun ternyata genrenya ‘rock’ (walaupun pada kenyataannya benar dulu mereka main metal, namun namanya masih dipertahankan).

gitu… deh. :-“

Nah, bagaimana? gamblang bukan? 🙂
vale, demi pemahaman
el rony, belajar agar bisa bilang “cara mudahnya”

8 thoughts on “Tentang Machine Learning (Pembelajaran Mesin)

  1. terima kasih, sangat membantu sy mahasiswa farmasi untuk cukup memahami tentang machine learning.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *