Sugeng Rawuh

Selamat datang, demikian singkatnya makna lugas kata di atas. Namun sependek yang saya tahu, makna ini menjadi luas dalam khasanah manusia Jawa. Sugeng Rawuh adalah satu ungkapan yang ngemu doa atau harapan agar yang diberi ucapan juga dalam keadaan serba selamat serta mengungkapkan juga kebahagiaan karena didatangi. Tentunya ungkapan ini dalam Bahasa Indonesiapun –selamat datang– mempunyai makna yang kurang lebih sama, karena hanya mereka yang lega hati saja yang kemudian bisa secara terbuka mengucapkannya. Namun ucapan selamat datang dalam Bahasa Indonesia mungkin tidak memiliki “rasa bahasa” yang lebih dalam dibanding bahasa daerah –dalam tulisan ini maka Bahasa Jawa– karena kata itu kemudian jatuh ke wilayah basa-basi saja.

Basa-basi?

Ini tuduhan saya. Dalam kata sugeng rawuh, ada tuntutan keikhlasan. Keikhlasan atas tempat, waktu dan kesempatan. Adalah bertolak belakang bila kita mengucap selamat datang tetapi lantas menutup pintu. “Wah mas, sugeng rawuh” lalu jegleg pintu ditutup.

Itu yang sedang marak terjadi sekarang, menurut sependek pengamatan saya sih. Selamat datang wisatawan, tetapi terjadi diskriminasi antara wisatawan lokal dengan import. Selamat datang bulan puasa, tetapi mengatasnamakan sang tamu (bulan puasa) untuk merepresi yang lain. Dan seterusnya dan sebagainya. Ini makanya saya bilang kata selamat datang sudah jadi hiasan bibir belaka.

Hal yang Berbeda

Dalam kata “sugeng rawuh”, sependek yang saya amati pula, masih ada tuntutan moral bagi orang Jawa (khususnya) untuk kemudian mengikhlaskan diri. Ketika kata itu terucap dari bibir kita (sekali lagi khususnya orang Jawa), maka kita tidak bisa serta merta berlaku kebalikannya.

Maka ucapan yang menjadi judul kali inipun ingin saya sampaikan dalam semangat yang berbeda pula. Saya mengharap agar yang mendapat ucapan tersebut menjadi betah, menjadi nyaman dan kemudian bisa ngobrol panjang tentang segala hal.

Jadi, sugeng rawuh mas Paksi Raras Alit, vokalis jazz yang ahli ilmu jawa, dengan blognya wawiwu.com. Saya bukan pemilik internet, saya bukan pemilik dunia blog, tetapi sebagai salah satu penghuni, saya sambut hangat kehadiran panjenengan 🙂

vale, demi persahabatan

el rony, ngracik teh.

 

2 thoughts on “Sugeng Rawuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *