Seloroh

Satu kata yang aneh, bahasa Indonesia dengan bertebaran huruf O tetapi tidak dibaca sebagai O-nya jomblo. Cara membaca huruf O di situ mirip dengan cara orang Jawa membaca huruf O, tetapi kata itu juga bukan berasal dari bahasa Jawa, saya yakin soal itu.

Nah, tapi saya tidak sedang ingin membahas soal kata itu, muasalnya, cara bacanya, atau apapun. Saya hanya ingin mencatat saja, sambil berbagi, tentang diri saya yang suka sekali berseloroh. Dan, yang namanya seloroh, tidak ada niatan sedikitpun untuk serius. Hal yang kemudian menjadi perlu saya catat di sini, karena selorohan saya, kadang justru membuat saya kepikiran.

Saya, misalnya menimpali satu teman yang sedang ngobrol dengan dirinya sendiri (di twitter maksudnya), lalu setelah menimpali, saya kemudian termangu, jangan-jangan kata-kata saya dianggap serius sama teman saya ya? Nah, kemudian saya baru bisa bernafas lega setelah teman saya itu menimpali lagi timpalan/selorohan saya. Lalu perbincangan, lalu percandaan.

Tetapi kali ini tidak. Selorohan saya membuat teman saya berpikir. Dan bajigurnya, saya jadi kepikiran juga. Kowe pancen telo kok mid!

2 thoughts on “Seloroh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *