Kangen-kangenan

Judul di atas bukan berarti kangen yang terbuat dari plastik, meskipun rasanya bisa jadi awet dan membuat pingin mengulangi pengalaman yang dilewati. Kangen-kangenan selama dua hari kemarin, Sabtu-Minggu 26-27 Maret 2016, layak untuk diabadikan dalam tulisan.

Kehangatan bertemu dengan teman-teman dari berbagai penjuruΒ pulau Jawa dan Madura, gojek-gojekan hingga ngobrol rada serius sampai lewat tengah malam, memanglah suasana yang sudah cukup lama tidak saya rasakan. Ditambah dengan lokasi dengan pemandangan lereng Gunung Lawu yang –sumpah gak ngapusi– indah, benar-benar nyangkut di hati.

Perjalanan menuju lokasi, menyempatkan mampir makan siang di rumah makan yang dikelola oleh BUMDesa, itu sudah memberi kesan pertama yang wangun. Teman-teman RBI keren sekali merancang acara kemarin. Ditambah kehadiran anarko yang tak henti setiap jenak mengingatkan untuk minggir ke kiri, bahkan semenjak ketemu pak kepala desa di rumah makan Bale Branti ini, melengkapi nuansa reriungan ini. Mengenai hal ini kayaknya ndak perlu diperpanjang sih, daripada tulisan ini berakhir di Kodam.

Curhat

Dimanapun dan kapanpun, acara pertemuan semacam ini akan selalu menjadi ajang curhat. Namun kerennya kemudian, teman-teman ini bukan curhat soal pacar atau persoalan pribadi mereka. Ah ya, tentunya karena waktunya terbatas, kalau seminggu mungkin bakal muncul juga sih itu πŸ˜€

Teman-teman di Ponorogo misalnya, menggelisahkan tentang pemda di sana yang kurang aktif memanfaatkan websitenya. Atau kawan dari Madiun dan Surabaya yang mencari-cari solusi tentang UKM di tempatnya. Hal-hal seperti ini menjadikan saya merasa berpijak lagi di bumi, seperti halnya perasaan saya waktu bersama Nasir membahas sistem informasi desa, ataupun dengan Gus Cholik membahas tentang Merapi.

Itu baru sebagian kecil saja. Hal yang lebih penting lagi kemudian, kegelisahan yang kurang lebih sama dirasakan oleh saya juga, tentang konten positif di internet. Ini yang paling membuat saya semangat, bahwa kegelisahan ini secara nyata tidak hanya dirasakan segelintir orang saja, semua yang hadir ternyata menggelisahkan hal yang sama. Dan ini, luar biasa.

Solusi

Tentu saja naif kalau mengira bahwa dengan bertemu begini, hanya dua hari, bakal menemukan solusi-solusi. Yang paling memungkinkan dihasilkan dari pertemuan-pertemuan seperti ini adalah berbagi pengalaman dan bersama-sama mencari kemungkinan-kemungkinan jalan keluar.

Justru karena inilah maka saya amat sangat senang sekali ketika pertemuan ini tidak harus diakhiri dengan deklarasi atau apapun. Hanya komitmen untuk mengulanginya lagi, dengan harapan nantinya alternatif solusi atas masalah yang sempat dibahas, menemukan bentuk yang paling pas untuk menyelesaikannya. Sehingga bisa menjadi best practice bagi kawan-kawan yang lain lagi.

Efek Samping

Ndilalah, kersaning Gusti, acara ini dihadiri oleh menkominfo kita. Entah sajen apa yang dipakai oleh pakdhe Blontank dan RBI (meski ya saya bisa menebak sih wahihi) tapi yang jelas kehadiran pak menkominfo ini memberi peluang bagi saya untuk tidak sekedar onani di status maupun di forum-forum.

Kesempatan itu saya tidak sia-siakan untuk menggaris bawahi bahwa blokir adalah metode bodoh sekaligus pembodohan. Komitmen pak menteri untuk ke depan lebih mengutamakan edukasi timbang tindakan konyol ini, saya terima sebagai janji meski tidak terlalu berharap. Tinggal diawasi saja, semoga tidak makin parah kekonyolannya.

Maturnuwun RBI. Maturnuwun kawan-kawan semua. Juga pak mentri yang rela dipisuhi oleh saya dan teman-teman (ndak banyak sih, cuma satu orang lagi sih, iya si anarko itu, tapi anggap saja banyak).

vale, demi kangen dari plastik

el rony,Β menghela nafas. ternyata begobet lebih dikangeni daripada saya. kalah kok karo bot.

nb: buat teman-teman yang nanya soal begobet, sudah saya sampaikan salam kangennya ke bapaknya ya πŸ™‚

19 thoughts on “Kangen-kangenan

  1. Pengen banget ikutan Mas Bro, sayang banget jauh… Lagian kuotanya juga benar2 sangat terbatas, dalam waktu singkat udah terisi penuh tempatnya. Salam kenal dari kulo Mas Bro, tulisannya asyik… πŸ™‚

  2. Pingback: Cerita dari Kopdar Blogger di Lereng Lawu | Blontank Poer

  3. Pingback: #KopdarBlogger: Sepi ing Pamrih, Rame ing Blogging | Blogger Plat-Madura

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *