Jalinan Persahabatan

Postingan kali ini postingan cepat saja, hanya ingin merespon tulisan dari @argamoja di sini. Saya merasa perlu menuliskan ini, bukan sekedar komentar di blog dia, karena saya merasa sebenarnya tidak ada kontribusi yang signifikan dari saya atas proses dia. Tapi sebelumnya, terimakasih Arga, saya tersanjung. Dan selamat atas kelulusanmu 😀

Kelindan Persahabatan

Kurang lebih begitu judul yang aku angkat. Ketika membicarakan hal ini, aku tidak bisa melupakan sahabatku yang sudah lebih dulu menghadap Yang Kuasa, Sridewa. Kawan satu ini paling suka mengingat-ingat, proses pertemanan menjadi perhabatan terjadi. Mungkin dia sudah merasa bahwa hidupnya tidak akan lama, atau bisa jadi memang karena dia adalah hacker aneh yang bahkan dalam kondisi tak bisa ngapa-ngapainpun dia koding pake pensil dan kertas.

Dalam kaitan tulisan ini, maka ingatanku justru kembali ke masa-masa sebelum social media, masa ketika IRC masih berjaya dan egroup baru saja bergeser menjadi yahoogroup. Pada masa itu, sekumpulan manusia dengan berbagai latar belakang, berkumpul di satu tempat, berdiskusi tentang apa saja, berbagi tentang apa saja. Karena warna yang amat sangat beragam dari orang-orangnya, kamipun menamakan diri sebagai Jalinan Persahabatan.

Seiring proses menjalani hidup, saya semakin menemukan esensi indahnya jalinan persahabatan ini. Apa yang ditulis Arga adalah salah satu hal yang mungkin bisa diukur karena menghasilkan selembar ijazah, sehembus nafas lega sang penulis dan sangat mungkin seulas senyum bahagia dari orang tuanya.

Kelindan persahabatan di situ sebenarnya sangatlah kompleks, dimana ada @jogtug di sana, ada jaringan onliners untuk merapi –yang merupakan bentukan mendadak karena ada bencana Merapi, dan di dalamnya ada mereka-mereka yang aku lihat bersemangat bersahabat tanpa pamrih. Hamid, Enthong, Veta, Ilham, Leksa, Sita, banyak sekali yang sangat sulit disebutkan satu per satu. Karena juga kalau disebutkan satu per satu tulisan ini kayaknya akan jatuh menjadi obituari, dan menjadi sangat lucu karena kelindan persahabatannya sampai sekarang masih juga belum mati.

Maka sebaiknya kusudahi saja tulisan kali ini dengan menjura kepada teman-teman dan siapa saja, yang masih menempatkan persahabatan di tempatnya yang semestinya. Tanpa kepentingan, tanpa tedeng aling-aling.

Mari bersahabat dengan siapa saja 🙂

vale, demi persahabatan

el rony, masih percaya dengan persahabatan

2 thoughts on “Jalinan Persahabatan

  1. Ra pernah pethuk, mung pisan pindho aruh-aruh, tapi mbendino moco update-ane. Bahkan yg seperti itupun sudah seperti sahabat dekat. Dunia yg aneh..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *