Bangsa Archipeklepto

Screen Shot 2013-08-27 at 10.35.16 AMBeribu-ribu pulau di Indonesia, dengan jumlah penduduk yang luar biasa banyaknya, memungkinkan munculnya sosok-sosok kreatif yang layak untuk dicatat sejarah. Namun ada hal yang layak disayangkan, dimana muncul pula mental-mental pencuri yang tidak kalah semarak. Pencurian ini dari mulai yang skalanya besar seperti koruptor, hingga skala kecil berupa klaim. Tulisan kali ini saya ingin membahas soal klaim-klaiman karya, terutama karya mas @krisnapurna.

Lagu “Bukak Sithik Joss”

Lagu yang bertema dangdut ini adalah lagu yang menjadi soundtrack film besutan Eddie Cahyono dengan judul “Cewek Saweran”, yang ditulis oleh Ifa Isfansyah. Lagunya sederhana saja, tetapi menyentil pendengar, karena liriknya yang tak kalah sederhana seolah menggugat kenapa para penikmat musik dangdut suka sekali melontarkan kalimat “bukak sithik joss“.

Tanpa harus menghitung tahun, lagu inipun menyebar secara viral. Lagu ini seakan menjadi pembuka wajib bagi sebuah konser dangdut, terutama dangdut pantura (sebutan bagi genre lagu yang berasal dari daerah pesisir pantai utara). Tidak ada kesepakatan apapun, apalagi royalty, dengan sang pencipta lagu, mas @krisnapurna. Itu sependek yang saya tahu, dan sepengetahuan saya pula, sang pencipta tidak berkeberatan dengan hal itu.

Mungkin karena mas krisna ini berada di lingkungan Yogyakarta, maka hal-hal seputar legowo dan “e yo wis rapopo” sudah menjadi bagian darinya. Namun hal ini menjadi lain, ketika sebuah stasiun TV menggunakan lagu itu sebagai lagu pembuka wajib. Ada unsur komersil yang tidak besar kecil di situ tentunya, sehingga hal ini menjadi kegelisahan kawan-kawan mas Krisna. Mas Krisna sendiri sih kayaknya tidak terlalu ambil pusing ya, entahlah. Akhirnya kabar terakhir yang saya dapat, pihak stasiun TV sudah mengontak Mas Krisna secara langsung dan sepertinya sudah ada kesepakatan-kesepakatan.

Hal yang menjadi ganjalan bagi saya adalah kenapa bagian comot mencomot tanpa ijin ini seakan menjadi hal lumrah di negeri kita ini ya? Tapi mungkin ini tidak terlalu dipusingkan oleh mas Krisnapurna, karena yang dia lakukan justru hal yang di luar perkiraan.

Sebelum pihak stasiun TV menghubungi beliau, mas Krisna sudah membuktikan dulu bahwa dialah yang mengaransemen lagu tersebut. Caranya? dengan meng-cover lagu Metallica.

Metallica  Open Little George!

Konser Metallica di Jakarta sudah mendekati waktunya, gegap gempita para fans juga sudah membanjiri timeline Twitter maupun Facebook. Lantas mas Krisna membuat ini:

Metallica, Open little george!

Sangar! Cover song itu seakan-akan benar-benar Metallica menyanyikan lagu “Bukak sithik joss”. Ditambah dengan aransemen lagu yang dibuat jadi sangat metal dan ngerock. Video inipun langsung tersebar secara viral.

Tapi apa lacur? Begitu konser Metallica berjalan, ada pula yang memanfaatkan moment itu dengan meng-crop video mas Krisnapurna dan meng-aku menjadi miliknya. Ini maling sudah tak bermoral, tak punya estetika pula. Wagu tenan. Silakan lihat video ini:

Metallica rip-off

Mengapa sih sedemikian parahnya mental klepto di negara ini? Yang seperti ini tidak bisa diselesaikan oleh satu dua tokoh macam Jokowi atau Ahok. Yang seperti ini hanya bisa dihancurkan dengan menanamkan pada diri sendiri, jangan klepto!

Akhir kata, mas Krisna, sabar nggih.

vale, demi kejelasan

el rony, #openlittlegeorge

p.s. sempat ada kesalahan link rip off, sudah saya perbaiki. mohon maafkan 😀

2 thoughts on “Bangsa Archipeklepto

    • karang mas Krisnapurna ki iso diojok-ojoki 😐
      monggo mas krisna, saya sih mendukung kalau situ file a complain 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *