Slytherine’s Language to Extend User Model

Lama tidak ngeblog, sekali ngeblog tidak lama. Ini sikap.

Jadi ceritanya saya sedang belajar bahasa kaum slytherine, bahasa ular alias python. Berhubung saya pada dasarnya adalah desainer yang terjebak dalam dunia perkodingan, jadilah saya segera melirik framework-framework yang ada. Oh sebenarnya sih saya sempat bergulat dengan core python, raw coding atau apapun istilahnya lah ya, yang tidak pakai framework, tetapi ketika sudah sampai pada bagaimana memunculkan di website, maka framework adalah sahabat terbaik.

Framework yang sudah saya gunakan saat ini adalah django dan web.py. Django sepenuhnya karena mengejar rapid development, sementara web.py lebih ke kebutuhan untuk membuat API. API di django sempat terhambat oleh restriksi stdout di framework itu, sehingga saya berpindah ke web.py. Dan API tentu saja penting, mengingat negara kita termasuk produsen tembakau yang besar. hubungane opo mas? ngrokok ki butuh geni mas.

Mengenai bagaimana membuat API dengan web.py mungkin lain kali akan saya tuliskan, tentu saja tulisan seorang newbie lho ya, ndak ada ninja-ninjaannya. Paling nggak biar ndang rilis API gitu, mosok bertahun-tahun ngrilis API saja ndak jadi-jadi. Malah jadi sejarah.

User Model

Django sudah memiliki Core Module untuk manajemen User. Karena ini framework MVC, maka di dalamnya ada User Model. Nah, masalahnya di Core Module ini kadang ada field yang belum terfasilitasi, misalnya kita ingin memasukkan jenis kelamin atau usia. Di Indonesia ini penting, karena kadang kita harus menentukan menyapa dengan bapak atau ibu atau mas atau piyambakan mbak? 

Continue reading “Slytherine’s Language to Extend User Model” »

Selamat Ulang Tahun, Sayang

Waktu berjalan cepat bukan? Anak kita sudah tambah besar, dengan capaian-capaian kecilnya yang selalu mengejutkan. Kejutan-kejutan kecil yang mewarnai setiap langkah kita. Satu dan lain hal yang meyakinkan bahwa inilah pilihan kita.

Terimakasih bunda, telah bersabar menghadapiku, yang seakan selalu kehabisan waktu, yang babak belur menantang kerasnya dunia, berusaha keras menaklukannya. Bunda tentu tahu, itu semua untukmu.

Di hari ulang tahun ini, tak ada yang bisa kupersembahkan padamu, seperti hari-hari ulang tahunmu yang lain, hanya tulisan seadanya ini dan satu tekad untuk kembali bergelut dengan kata-kata, sebagaimana keinginan bunda, sebagaimana selama ini dorongan dan semangat selalu dibisikkan oleh bunda.

Selamat ulang tahun, bunda. Selamat telah menjadi bunda yang luar biasa bagiku dan bagi Mata Air, anak kita. Selamat pula dengan kemerdekaan-kemerdekaan kecil yang berhasil bunda perjuangkan. Semoga bunda selalu bahagia.

vale, demi cinta

el rony, menjadi suamimu adalah salah satu capaian bagiku 🙂